SEMARANG â Pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku pembacokan yang melukai seorang wanita berinisial YH (30) di wilayah Semarang Timur, Jawa Tengah. Insiden tragis ini terjadi saat korban berusaha memberikan pertolongan kepada temannya, ACH (31), yang menjadi korban penjambretan tepat di depan rumah korban.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengonfirmasi bahwa tim penyidik sedang bekerja keras di lapangan. Saat ini, fokus utama petugas adalah menyisir dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melacak jejak pelarian pelaku.
Meski peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026), hingga saat ini identitas pria yang melakukan pembacokan tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku yang telah meresahkan warga tersebut.
"Iya (Polrestabes Semarang memonitor pembacokan itu). Saat ini anggota sedang lidik pelakunya," kata Andika
AKBP Andika Dharma Sena menambahkan bahwa tim penyidik telah berhasil mengamankan sejumlah rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, rekaman-rekaman tersebut tengah masuk dalam tahap analisis mendalam untuk mengungkap identitas para pelaku yang terlibat.
Langkah pengumpulan bukti digital ini diharapkan dapat memberikan petunjuk jelas mengenai ciri-ciri fisik maupun kendaraan yang digunakan pelaku, sehingga proses penangkapan dapat segera dilakukan.
Insiden bermula ketika rekan korban tiba di rumah YH untuk berangkat menuju gereja bersama-sama. Namun, secara tiba-tiba dua pria tak dikenal menghampiri dan merampas barang berharga milik teman korban secara paksa tepat di area depan rumah.
Melihat rekannya dalam bahaya, YH segera bertindak untuk memberikan pertolongan. Naas, aksi heroiknya dibalas dengan serangan senjata tajam oleh pelaku yang mengenai bagian wajahnya.
Berdasarkan informasi sementara, YH dilaporkan menderita 17 luka sayatan akibat serangan brutal tersebut. AKBP Andika Dharma Sena menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil resmi Visum et Repertum (VER) untuk memastikan kondisi luka yang dialami korban secara medis.